Doa yang Tak Berharga

4
By shutterstock.com

Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara semua makhluk – makhluk-Nya. Sebagai makhluk-Nya tentunya kita harus sadar untuk selalu menjalankan perintah-perintah agama dari-Nya. Selalu mengingat Dia dimanapun dan kapanpun juga merupakan wujud kita untuk senantiasa terjaga sesuai perintah-Nya.

Tentu kita sering berdoa, bermunajat kepada Allah dalam setiap shalat kita, maupun di setiap langkah hidup kita. Memohon ini itu tanpa melakukan introspeksi diri terlebih dahulu, bahkan cenderung seperti memaksa untuk segera terkabul. Padahal kita hanyalah manusia akhir zaman yang diperintah untuk selalu taat beribadah.

Apakah kita berdoa hanya berharap akan suatu hal saja? Hal yang lebih cenderung ke materi duniawi, berharap bekerja dengan gaji tinggi, berharap menjadi orang kaya, berharap bergelar pendidikan tinggi, berharap jabatan tinggi, berharap segera mendapat jodoh sesuai kriteria kita, berharap anak kita pandai dan sebagainya. Ketahuilah bahwa itu merupakan tingkatan doa yang paling rendah derajatnya.

Sesungguhnya semua ibadahmu, shalat malammu, shalat dhuhamu, puasa sunnahmu, dan amalan-amalan baik lainnya akan memberikan kelancaran terhadap apapun yang kita inginkan di dunia. Allah akan selalu mengabulkan doa kita terhadap apapun yang kita inginkan di dunia, ya hanya di dunia saja. Kemudian bagaimana dengan nilai amalan ibadah kita di akhirat nanti? Mungkin akan tidak bernilai sama sekali, wallahua’lam.

duaa-hands2-1024x681
By muslimgirl.com

Kita sebagai manusia beragama tentu sadar benar bahwa kematian merupakan awal dari kehidupan kita yang sebenarnya. Dunia hanyalah sebagian kecil dari yang paling kecil di dalam kehidupan manusia. Selayaknya kita berdoa dilandasi dengan tulus ikhlas mengharapkan ridhonya agar kita mendapat tempat yang terbaik di akhirat yaitu surga-Nya. Aamiin.

Celakalah orang-orang yang kehidupan dunianya dipenuhi dengan ibadah, namun hanya mengharap kebaikan di dunia. Sesungguhnya apapun kebaikan di dunia yang kita harapkan sudah pasti dijanjikan oleh Allah disesuaikan dengan ikhtiar kita karena rezeki kita sudah diatur sejak di dalam kandungan, tetapi mengapa kita masih hanya berdoa untuk mengharapkan dunia dan seisinya? Padahal akhirat adalah tujuan hidup kita.

Saat kita berdoa dimana akhirat merupakan tujuan hidup kita maka niscaya dunia dan seisinya pun akan mengikuti kita dengan sendirinya, di saat itulah hati kita akan diberi kecukupan dan ketenangan. Jika ternyata doa kita bertujuan hanya untuk di dunia maka niscaya Allah akan memberikan dunia beserta isinya, namun hati kita akan diberikan rasa yang tidak pernah cukup, tidak pernah puas, tamak, dan berusaha mencari kenikmatan dunia sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya.

Sesungguhnya saat kita yakin ikhlas melakukan segala macam bentuk ibadah untuk mengharap ridho Allah, maka pahala dan nilai ibadah tersebut tidak akan pernah hangus sampai akhirat nanti. Kita pun tidak akan merasa gusar gundah gulana jika kenikmatan di dunia belum sempat mampir kepada diri kita, karena hati kita telah diberikan rasa kecukupan.

Ingatlah selalu bahwa agar berhati-hati dalam meniatkan diri dalam beribadah, jangan sampai kita terjatuh ke dalam syirik samar (khofi). Memang tidak mudah kita berdoa untuk mengharap kebaikan akhirat, mengingat saat ini kita sedang menghadapi kerasnya dunia. Namun, patut disadari bahwa saat kita berikhtiar dan bertawakal sesuai kemampuan kita, maka kehidupan keras dunia pun akan segera tunduk pada saatnya nanti.

~End

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s