Kenapa aku seperti ini

1-B_ZKKUZUgAqMkMzAZzt2FA
medium.com

Seorang pria dilahirkan dengan kodratnya yang cenderung cuek, tidak peduli, maupun tidak peka. Tidak ada yang mempermasalahkan hal tersebut asalkan dianggap masih bisa ditoleransi maupun diterima, hanya orang-orang tertentu saja yang menganggap itu sebagai masalah besar. Walaupun sebenarnya kalau dipikir pun hal seperti ini memang kurang baik menurut norma di masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi keramahan dan kesopanan. Namun demikian, tetap tidak bisa kita hindari bahwa ada sebagian kecil pria yang memang punya kekurangan dalam hal bersosialisasi sehingga dia cenderung tidak tanggap dengan lingkungan sekitarnya atau dengan kata lain tidak peka yang sangat keterlaluan. Biasanya tipe-tipe orang yang introvert atau penyendirilah yang memiliki sifat seperti ini.

Hal itu akan menjadi masalah yang pelik jika lingkungan sekitarnya adalah orang-orang yang begitu peduli satu sama lain dan menganggap rasa peduli itu sebagai hal yang sepele dan mudah dilakukan, bisa muncul dengan inisiatif tanpa dikomando apapun. Namun beda halnya dengan apa yang di pikiran si pria yang tidak peka tersebut, bahkan dia tidak tahu kalau itu sebenarnya sangat bermasalah bagi orang lain bahkan sangat mengganggu perasaan orang lain. Dengan kata lain, bagi orang lain secara umum mungkin hal tersebut mudah dilakukan, tapi tidak untuk si pria ini.

Entah apa yang membuat hal demikian itu ada pada diri si pria tersebut, apa karena bawaan dari lahir, proses sosialisasi yang kurang dari keluarga, faktor lingkungan sekitar, atau mungkin kelainan psikologis? Mungkin bisa bersumber dari mana saja. Sungguh dari lubuk hati yang terdalam si pria itu pun menangis karena dia tidak tahu mengapa dirinya seperti itu. Dia juga ingin seperti orang-orang pada umumnya, bisa peduli saling bersosialisasi, langsung tanggap dengan inisiatif yang cepat. Bahkan segala hal sudah dilakukan agar bisa muncul rasa kepedulian itu, walaupun sangat berat bagi si pria tersebut karena dia harus melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan karakternya.

Memang kita harus mengakui bahwa kebiasaan-kebiasaan yang dianggap baik pada masyarakat secara umum bisa tidak sesuai dengan karakter yang ada pada diri seseorang. Sehingga mau tidak mau dia harus beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan tersebut agar bisa diterima. Memang berat bagi si pria ini karena dia harus dituntut untuk inisiatif tanggap padahal permasalahan utamanya ada pada rasa inisiatif dan tanggap tersebut. Bertambah berat pula jika hal ini menjadi tolak ukur dasar penilaian baik tidaknya seseorang, apalagi jika berada di tengah-tengah masyarakat yang menjunjung tinggi kepedulian, sebab kebanyakan orang hanya melihat dari sisi luarnya saja, terlalu banyak berspekulasi negatif dengan seseorang. Karena memang yang dapat dinilai adalah dari tindakan nyata, logis sebenarnya.

Mungkin bagi si pria tersebut akan selalu merasa heran, mengapa dia dilahirkan berbeda, mengapa dia harus memiliki karakter seperti itu, mengapa dia sulit untuk merubah itu semua. Mungkin di suatu momen, dia menangis dalam kesendiriannya, termenung memikirkan hatinya yang begitu bebal. Dia sebenarnya sadar, logikanya selalu sadar tapi terkadang hatinya bertolak belakang. Barulah keduanya singkron saat ada orang lain yang kecewa kepada dirinya. Di situlah terkadang dia merasa tidak layak hidup di tengah masyarakat. Mungkin karena penyesalan di dalam dirinya sampai harus mengecewakan orang lain akibat ketidakpekaannya

Kesalahan besar bagi si pria tersebut adalah jika dia tidak mau merubah atau mengkondisikan dirinya dengan lingkungannya. Atau jika dia sama sekali tidak terketuk hatinya saat dia sampai mengecewakan orang lain. Tidak ada manusia yang sempurna, kesempurnaan itu ada jika kita mau bertekad memperbaiki diri.

~End

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s