Si Penjual Tubuh Sempurna

Salah satu hal di kehidupan dunia ini yang rasanya kok cukup prematur adalah ketika mengetahui para manusia yang memiliki penampilan sempurna alias cantik, tampan, enak dipandang, bertubuh indah nan ideal seakan-akan memiliki hak-hak istimewa untuk dijadikan “strata” yang tinggi atau bahasa simpelnya lebih dihargai dan diperhatikan oleh siapapun. Memang tidak kita pungkiri bahwa kita sebagai manusia lebih suka memandang segala hal yang terlihat indah. Tentu akan berbeda rasanya saat kita melihat lelaki yang tampan nan kekar ataupun seorang wanita yang rupawan nan seksi, dibanding melihat seseorang yang tampak biasa saja.

By gonaturalwithme.com

Bagi kita yang berfisik biasa-biasa saja tentu akan merasakan keanehan saat mengetahui ada semacam pembeda dari hal-hal yang berbau anugerah Tuhan tersebut. Walaupun memiliki tubuh yang rupawan juga bisa kita usahakan sendiri, tapi tentu ada banyak orang yang dianugerahi tubuh yang rupawan sejak dilahirkan alias sudah ganteng/cantik dari sananya. Memang terkesan tidak adil, tetapi sesungguhnya Tuhan menciptakan kita bukannya tanpa tujuan atau hanya asal acak begitu saja, melainkan bertujuan agar para manusia bisa bersyukur dan saling menghargai satu sama lain.

Masalah akan timbul apabila manusia-manusia mulai membuat standar kecantikan dan ketampanannya sendiri. Maka muncullah diskriminasi yang lebih mementingkan keelokkan bentuk fisik dibanding aspek lainnya. Seperti yang kita ketahui, orang yang terlihat good looking akan lebih diakui dan tampak ditonjolkan. Misalnya saja dalam kehidupan kita saat berinteraksi, orang yang rupawan akan lebih mudah mendapatkan teman, menjadi prioritas untuk dibantu, sampai bahkan lebih dicari untuk urusan pekerjaan tertetu. Bayangkan bagaimana rasanya jika kita memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibanding teman lainnya yang lebih menonjol dalam hal keindahan fisik, justru teman kita yang mendapat pekerjaan incaran kita padahal pekerjaan tersebut tidak berhubungan sama sekali dengan aspek keindahan fisik. Contoh lainnya saat kita berdua dengan teman yang rupawan, namun orang lain lebih condong mengajak berinteraksi atau parahnya hanya mau ngobrol dengan teman yang rupawan saja.

By primitivowinebistro.com

Standar-standar kecantikan dan ketampanan hanya akan menciptakan rasisme diantara manusia-manusia karena bagi mereka yang terlihat rupawan akan merasa memiliki sesuatu yang lebih. Sekarang pun budaya di masyarakat telah terbentuk standar kecantikan semacam kulit yang putih bening, tubuh ideal, wajah imut, dsb. Karena hal tersebutlah manusia berlomba-lomba merubah bentuk fisik mereka mengikuti standar kecantikan/ketampanan yang telah dibuat. Lalu bagaimana dengan orang-orang dari ras kulit hitam bisa menerima hal itu, jelas hal tersebut telah menjadi diskriminasi bagi mereka.

Sebagian manusia memang terlihat begitu kejam bagi sebagian manusia yang lain. Tak seharusnya kita manusia membuat standar-standar yang berkaitan dengan fisik. Hapus semua kontes-kontes kecantikan, hilangkan diskriminasi perekrutan kerja yang lebih melihat keindahan fisik, tanamkan pandangan terhadap generasi penerus bahwa tiap manusia adalah ciptaan yang paling rupawan diantara makhluk-makhluk lainnya.

~End

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s